RSS

Arsip Kategori: Uncategorized

A Letter To Someone I Love (Part 2)

Hi you, how have you been?
This morning I asked whether I can place my hope in you or not. There is nothing wrong in wanting you, right? I need to live with a greater sense of purpose. The purpose of life is a life of purpose. And I need to focus on it. If I can place my hope in you, then you are my purpose. If I have purpose, I need to get it. No matter who you are, whom you’re with, and what others say, if I have decided to focus on it, I will sacrifice and work for it as well. And I tell you what! When you give me some, I will give you some more. But if you don’t respect me, I have no reason to respect you. And if you don’t make time for me but you can make time for her and others, I will do the same for you. That’s me, dear..
You have your freedom. No report needed. You can go out and keep doing what you’re doing. I just want you to respect me as your lady. I don’t want you to be my fucking prisoner.

 

Love,
Your Albino

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 05/05/2015 in Umum, Uncategorized

 

Tag: , , , , , , ,

A Letter To Someone I love (Part 1)

Sometimes I’m confused why I choose you and wanna be with you. But it has been more than two years since you saw all the parts of my body that worse over time. And although in the eye of the beholder I’m not as beautiful as your angel and those ladies around you, we are still together.
Having someone that always love and never leave me was my past desire. But in this abnormal relationship, I need someone who teaches me some precious lessons I never got before.
I don’t want to depend on you to be happy. I need to be able to be happy without you. But with you, I want to be happier.
I don’t want to feel lost, lonely, and incomplete without talking to you. I need to be able to still feel complete without you. But with you, I want to become so much better.
I want myself to be the only person that I can and ought to rely on. And with you, I want to be stronger.
I want to grow individually and be an independent woman. And there you are, always have my back and be there to support me.
When I say my life isn’t worth living anymore, I want you to rise me up to live again.
My mind may say that it won’t be easy. But don’t go, just stay.
And if loving you may hurt me so bad, then I will love you so hard.
I tell you what? I don’t want you, but I really fucking need you. I want you to want me.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15/04/2015 in Uncategorized

 

Tag: , ,

Night..

We woke under a blanket
All tangled up in skin
Not knowing in that moment
We’d never speak again
But it was perfect;
I never will forget
When we owned the night…

Alam kembali membangunkanku. Ya, ia selalu tak tau diri lebih dari alarm sekalipun. Terjaga ketika dunia masih terlalu dini menampakkan keriuhannya. Kosong. Sunyi. Sendiri. Merindui.
Selalu ada kenangan dan pengingat. Dan aku belum juga lelah untuk menyerah dalam rengkuhan Pasangan Senja. Pengingatku tak kunjung mau pergi. Kamu, malam, dan rindu. Sepasang kenyataan yang tak ingin pergi jauh.

I miss you. I’m thinking of you.
I miss your breath on my neck. Your fingers touch my face. Your body holds me. Your mind’s going crazy.
Please,,, come to me. Touch me. Take a taste of me.
See what we used to see. Feel what we used to feel.
Let me remind you of the way things were. Only us enjoy the silence.
I wonder what do you do there..
I’m jealous, fighter. Oh… what a bitch!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22/09/2014 in Uncategorized

 

Just A Little Word

Sakit adalah ketika kamu menyuruhnya pulang lalu dia berkata, “Aku punya rumah lain yang selain kamu.”

 

Begitulah pepatah mengatakannya padaku. Aku tahu perasaanku, begitu pun dirimu. Ternyata “aku mencintaimu dan kamu mencintaiku” saja tak cukup. Tak ada yang lebih menyedihkan ketika dua orang yang merasa berarti saat keduanya bersatu ternyata tak dapat dipersatukan. Aku berbohong ketika aku mengatakan tidak apa-apa. Sejatinya aku juga terluka. Aku merindukanmu. You’re my baby, my headache, my smile, my frown, my wrong, my right, my pain, my happiness, but… you’re not mine. Itulah mengapa aku membenci rindu ini. Karena hal tersulit bagiku adalah menyadari bahwa ada orang lain yang juga memilikimu.

Dan cinta yang paling menyedihkan adalah ketika mencintai seseorang dan kamu pun tahu dia mencintaimu, namun ada hal yang menjadi pembatas antara kalian berdua.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19/07/2014 in Uncategorized

 

The Winner, Bukan Runner Up

Bukan dirimu yang salah bila kita berada di situasi yang sulit ini. Tapi ini juga bukan salahku. Bukan pula salah takdir. Mungkin kita berdua memang digariskan menjalaninya seperti ini. Aku tak pernah memintamu hadir. Tapi jika Tuhan menunjuk kita untuk bertemu, aku bisa apa? Bukankah mencintai dan dicintai adalah anugrah yag diberikan oleh Tuhan?

Terkadang aku meyakinkan diriku sendiri bahwa tak masalah jika ada orang lain di hatimu. Tak masalah jika kamu lebih bahagia bersamanya. Cinta bukanlah obsesi. Cinta bukanlah kekangan yang akan memenjarakanmu. Cinta adalah kebebasan dan membahagiakan. Namun yang jika aku harus berhenti melihatmu, itulah yang menyulitkanku. Tak ada wanita yang tak ingin menjalani hidupnya dengan orang yang bersamanya, segala harap menjadi satu. Dan kisahku mungkin sama dengan segelintir kisah orang di luar sana, ketika orang yang mereka cintai ternyata milik orang lain.

Jangan mengambil milik orang lain!
Aku tidak pernah sekalipun memiliki mimpi menjadi perempuan lain dalam kehidupan orang. Aku tidak pernah ingin berbagi. Mimpiku adalah menjadi perempuan pertama, perempuan satu-satunya yang kamu cintai. Menjadi pemilik utuh hatimu, rumah satu-satunya hati dan tubuhmu. Tapi bukankah sudah ada Sang Pengatur yang telah mengatur skenario hidupku?

Aku mencintai dan dicintai dalam diam. Hanya disimpan tak pernah dilaunching. Hanya ditulis dalam draft tak pernah dipublish. Hanya diketik sebagai konsep tak pernah diposting. Dan hanya menerima tak mampu menolak. Setiap detiknya, aku harus membunuh dengan tega rasa cemburu dan kerinduan yang muncul menyapaku. Ya Tuhan.. berat sekali rasanya.

Siapa bilang aku tegar? Bukankah mereka bilang “Orang yg sering tersenyum itu sebenarnya penuh dengan luka, namun mereka berusaha menutupi luka itu agar orang lain yang melihat tidak ikut terluka?” Aku berusaha menjadi perempuan kuat dihadapmu. Aku belajar hidup dari sisa. Sisa waktu dan sisa cinta yang kamu miliki. Darimu aku belajar memahami sebuah arti kesabaran. Saat semua mata menatapku nanar seolah aku ini adalah perempuan hina yang merusak kebahagiaan orang lain, saat semua mulut menghujatku dengan cela karena merebut milik orang lain, saat cemburu datang menggerogoti hati dan pikiranku karena laki-laki yang kucintai ternyata hanya sedikit memberikan hatinya untukku, saat kamu tengah meninggalkanku dalam relung sepi untuk berbahagia bersama mereka, apakah dunia peduli kepadaku? Apakah mencintai adalah sebuah kesalahan? Harus berapa ratus kali lagi aku menikam hatiku, membunuh kerinduan yg selalu saja mengusik dan memintaku untuk berkata dan bertemu denganmu? Mengapa dunia begitu tidak adil?

Jalan memang tak selamanya mulus. Akan ada jalan yang sulit sekali untuk dilalui. hingga tak tahu harus berputar arah atau berhenti atau mungkin berjalan lebih keras dan lama lagi. Aku terjatuh.. dan jika aku boleh memilih, aku ingin menjadi The Winner. Bukan Runner Up.

 

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13/07/2014 in Uncategorized

 

Tag: , , ,

Malam Tahun Baru 2014

Kamar hotel itu kecil, cukup menyeramkan karena kondisinya yang kurang bersih. Tapi lumayan untuk kantongmu yang sederhana. Aku juga berpikir, untuk menikmati malam berdua tidak perlu mengeluarkan biaya lebih besar. Kalau ada paket hemat, mengapa harus membayar lebih?

Dan ketika mataku melihat tempat tidurnya, aku langsung merasakan daya tarik yang hebat. Hatiku memang tak karuan. Antara takut dan senang. Tapi aku lebih memilih mengabaikan rasa takutku. Aku ikuti daya tarik yang menarikku untuk segera berbaring. Aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu lebih lama. Aku ingin segera merasakan tubuhmu di sampingku. Segera. Itu saja. Meski nyatanya aku harus terlelap lebih dulu karena rasa letihku seharian.

Meski aku sempat merusaknya beberapa kali, Terima kasih untuk kebahagiaan malam itu. Bukan karena kembang apinya, tapi karena kamu. Kamu yang ada di sampingku. Kamu yang bisa kupandangi saat mataku terbuka. Kamu yang bisa kudengarkan desahan nafasnya. Kamu yang begitu dekat. Kamu yang bisa ku genggam tangannya. Dan kamu yang memelukku, meski tak selalu. Ketika kamu mengizinkan ragamu berada di didekatku, itu sudah cukup membuatku bahagia. Ketika kamu mulai menatapku dengan mata teduhmu, itu sudah cukup menentramkanku. Dan ketika kamu menggenggam tanganku dan memandangiku lebih dalam, itu sudah cukup menguatkanku. Sejatinya, aku ingin di kamar itu hanya ada aku dan kamu. Tanpa pekerjaan, keluarga, dan apapun itu yang bersarang di otakmu. Aku ingin sekali saja kamu tinggalkan ponselmu. Namun ternyata itu adalah hal yang mustahil. Tiap kali aku menggodamu dengan kata sms atau telepon, kamu selalu buru-buru ingin melihatnya. Yah, meski di benakmu bukan hanya ada aku saja malam itu, tapi aku bisa terima. “Who Am I to judge you?” Aku tak pernah jemu saat bersamamu. Hanya saja, kamu punya batasan waktu untukku.

Jika saja aku bisa menahanmu lebih lama…… Malam yang sedingin semalam menjadi malam yang hangat bagi kita berdua. Jika saja hanya ada aku malam itu yang kamu pikirkan, tentunya bahagiaku akan sempurna.. Karena aku menemukan bahagiaku saat menjadi bagian dari hidupmu..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 01/01/2014 in Uncategorized

 

Tag: , , , ,

Pergilah..

“Memaafkan itu berarti memberi maaf atas pelaku dan perbuatannya. Tidak cukup hanya memberikan maaf kepada pelaku atau perbuatannya saja.”

Tapi hanya sebatas itulah kemampuanku. Aku bisa memaafkanmu, tapi aku tidak bisa memaafkan perbuatanmu terhadapku. Memaafkan adalah tentang mengikhlaskan, bukan tentang melupakan. Untuk bisa melupakan, mungkin waktu adalah guru terhebat. Namun untuk bisa mengikhlaskan, hanya diri sendirilah guru terhebat itu.

Memaafkan itu seperti menghapus luka lama yang ada dalam hati. Dan lukamu yang telah kamu torehkan dalam hatiku sangatlah dalam. Bekasnya masih selalu menganga setiap saat, setiap kali ku dengar celoteh tentang mereka.

Jika saja rasa benci ini bisa aku lampiaskan dengan membunuhmu, pasti akan aku lakukan. Tapi tidak. Selama bertahun-tahun rasa benci itu ku pendam. Sebagai gantinya, aku memilih melukai diriku sendiri. Kamu tahu? rasa benci itu ibarat penyakit yang tidak hanya menggerogoti secara fisik, tapi juga hati. Jika fisik tidak sakit, maka hati lah yang akan merana karenanya. Namun begitu, rasa benci juga merupakan bagian dari diri kita yang tidak mungkin hilang. Bisa kamu bayangkan bagaimana menderitanya memendam semua itu selama bertahun-tahun? sendirian?

Jika saat ini kamu pergi, maka aku akan membiarkanmu pergi. Bukan berarti aku menyuruhmu, tapi aku hanya tidak cukup kuat untuk mengharapkanmu. Jikapun aku masih sanggup bicara bahwa kamu adalah pria terbaik yang pernah ada dalam kehidupanku.. Dan bahwa aku ingin menikah denganmu.. Semua itu hanya angan-angan. Hanya sebatas ucapku pada diriku sendiri.

Pergilah.. dan bawa semua duniamu bersamamu.. Aku bukan tempat persinggahan yg seenaknya kamu bisa datangi kapanpun semaumu.. Aku adalah wanita yang ingin kau kembalikan hatinya.. karena di tanganmu, hatinya hanya sebuah mainan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15/12/2013 in Uncategorized

 

Tag: , , , , , ,